Sabtu, 10 November 2012

Album Noah -Seperti Seharusnya

Alhamdulilah admin sudah punya CD noah nihh Lagu nya keren dan Cover nya pun menarik

Lagu - Lagu Dari Album Seperti Seharusnya
1. Noah - Raja Negeriku
2. Noah - Jika Engkau
3. Noah - Separuh Aku
4. Noah - Hidup Untukmu Mati Tanpamu
5. Noah - Terbangun Sendiri
6. Noah - Ini Cinta
7. Noah - Sendiri Lagi
8. Noah - Demi Kita
9. Noah - Tak Lagi Sama
10.Noah- Puisi Adinda

Buat Sahabat Yang Belum Punya CD nya segera Belii yg asli ya jangan Yang Bajakan
Lanjouuutttttt !!!

Kamis, 08 November 2012

Persib “Maung Bandung” Juara Celebes Cup II

KRISHNA AHADIYAT/"PRLM"
KRISHNA AHADIYAT/"PRLM"
PARA pemain dan ofisial tim Persib Bandung bergembira mengangkat piala merayakan prestasi juara Celebes Cup 2012 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (4/11). Di partai final Persib mengalahkan Sriwijaya FC 1-0.*
BANDUNG, (PRLM).- Persib Bandung akhirnya berhasil merebut gelar juara setelah menunggu selama 18 tahun. 'Maung Bandung' menjuarai turnamen pra-musim Celebes Cup II setelah mengalahkan Sriwijaya FC pada partai final di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu (4/11).
Persib berhasil menaklukkan Sriwijaya yang merupakan juara Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 itu dengan gol tunggal yang dipersembahkan gelandang M. Ridwan pada menit ke-46.
Sekacita tumpah ruah di panggung Stadion Siliwangi. Para pemain Persib bahkan sengaja menyempatkan untuk berbaur dengan bobotoh yang menyeruak ke lapangan untuk berbagi kebahagiaan.
Meskipun hanya menjuarai turnamen pra-musim, pelatih Djadjang Nurdjaman menilai selebrasi yang dilakukan tim dan juga bobotoh tidaklah berlebihan. 18 tahun tanpa gelar apapun, menurut dia adalah hal yang patut disyukuri.
"Saya sangat berterimakasih kepada pemain. Malam ini harus disyukuri. Dinikmati. Sudahlama tidak merasakan juara sepereti ini, apapun itu turnamennya," katanya seusai pertandingan.
Djadjang mengakui, pada partai final malam itu dirinya memang menargetkan untuk bisa mjurai Celebes Cup. Ia tidak lagi melihat ajang yang hanya diikuti 4 klub itu sebagai ajang uji coba. Ini terlihat dari pergantian pemain yang dilakukannya hanya di menit-menit akhir pertandingan.
"Pertandingan tadi menegangkan. Kedua tim sama-sama ngotot, dan juga sama-sama kelelahan. Tapi semua tertutup dengan motivasi yang kuat. Sriwijaya bermain sangat ketat, dan karena itu kami cukup kesulitan," tuturnya.
Djadjang menuturkan, keberhasilan menjadi juara turnamen Celebes Cup sangat baik untuk motivasi Atep dkk. Dia berharap, tim bisa menjaga bekal motivasi tersebut hingga kompetisi menjelang nanti.
Bagimu Persib Jiwa Raga Kami <3

Flower City Casual Persib Bandung









fcc as local casuals

okeh, lalu apa itu fcc? Fcc merupakan kependekan dari flowers city casuals, yang maknanya kurang lebih sebagai casuals dari kota bandung, berawal dari kesukaan akan budaya inggris, hoby bergaya dengan brand eropa dan kecintaan pada persib bandung, sekitar tahun 2005 berdirilah fcc. Berbeda dengan klub penggemar persib bandung lainnya, fcc tidak memiliki struktur organisasi dan keanggotaan formal,

dimanakah fcc bisa ditemui? Oya, kami selalu berada di sisi utara stadion siliwangi di setiap laga tandang, jangan berharap mendapatkan koreografi yang indah disini, apa lagi berharap bisa bernyanyi bersama chants “uwa – ewe” atau “******bonek sama saja”, karena kami tidak seperti itu, kami berbeda dengan pendukung dari bagian timur pulau jawa tersebut, tak ada panglima, tak ada koreografi, mungkin hanya caci-maki terhadap klub lawan yang akan didapatkan disini.

Diluar tribun, kami bisa ditemui pada waktu-wktu tertentu, seringkali pada laga bigmatch premier league berlangsung, di kedai seputaran kota bandung yang menjual bir dengan harga yang tidak terlalu mahal dan menyiarkan premier league, namun bukan berarti semua dari fcc adalah peminum bir, bahkan beberapa diantara kami adalah penganut taat paham straight edge, dan kami respek dengan itu semua.

Ada hal-hal yang sangat dibenci oleh fcc di stadion, memakai jersey atau merchandise klub yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan saat itu, apalagi ditambah dengan tidak menggunakan alas kaki (karena kami menganggap setiap laga persib adalah seremonial suci yang harus sangat dihargai, bayangkan saja kamu datang ke pesta perkimpoian tanpa alas kaki) dan menyanyikan lagu persahabatan antara dua grup pendukung sepakbola dengan embel-embel “satu hati” wtf! Dan satu lagi, membawa gitar ukulele di tribun, tai suci! (maksudnya holyshit) apa lagi itu!

Okeh, siapapun bisa menjadi bagian fcc, tentunya mencintai persib dan kultur casuals. Bersikap casuals dan mari bergabung bersama kami disini, di tribun utara!

Sejarah Dan Torehan Noah Band
Raksasa industri musik Indonesia terbangun dari tidur panjangnya. Tidur yang disertai mimpi indah sekaligus mimpi buruk. Kejayaan penjualan album Bintang di Surga (2004) yang terpatok pada angka tiga juta kopi dan sindrom megabintang menyuguhkan kesempurnaan mimpi. Berbekal dua album, Peterpan berhasil menjadi simbol kesuksesan dan memberikan pola baru bagi band arus utama di eranya. Namun, mimpi buruk konflik internal, album ketiga yang bertema suram, dan skandal yang menimpa Ariel benar-benar menjadi titik nadir. Peterpan hanya tinggal sebuah nama, sebuah cerita. Kini, mereka kembali ke dunia sadar dengan nama dan semangat baru.
Kisah Lain Tentang Noah

Selimut yang nyaman. Pemberi ketenangan. Panjang umur. Begitulah gambaran dari nama baru Peterpan: Noah. Penggunaan huruf kapital romawi bertuliskan “NOAH” dan aksen simbol bulu berwarna merah yang menyerupai tangkai pena mengganti garis vertikal pada huruf “A” menjadi pilihan logo Noah. Bukan rahasia bila nama baru ini merupakan pertanda harapan baru bagi Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Bagi para personel, nama ini dipilih karena menyiratkan makna kesederhanaan dan penggugah semangat untuk berkarya.
Dirilisnya album Suara Lainnya dan buku berjudul Kisah Lainnya, pada bulan Mei dan Juli 2012, menjadi pondasi kebangkitan Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Album instrumental yang melibatkan kolaborasi musisi dari berbagai macam latar belakang memperkaya pundi musikalitas mereka. Pun dengan kisah-kisah para personel yang sarat emosi berhasil diulas secara lugas di buku tersebut. Kisah yang diulas lebih banyak berisi penantian dan kesaksian. Semua personel mencurahkan energinya untuk melewati masa transisi. Masa yang tidak mudah dalam proses pendewasaan sebuah grup musik.
Kedua karya tersebut adalah buah dari pemikiran yang tak sempat tersampaikan selama dua tahun terakhir. Hasilnya melebihi ekspektasi, karena kekuatan dalam pengayaan musikal dan inspirasi nampak nyata dalam kombinasi album dan buku tersebut. Peran David sebagai keyboardis layak diapresiasi. Sentuhannya sangat bernyawa, bahkan menjadi penuntun utama di sejumlah lagu pada album Suara Lainnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak hal menarik yang mereka hasilkan di tengah keterbatasan.
Konser Born To Make History
Tanggal 16 September 2012 menjadi hari terpilih. Pada tanggal tersebut, nama Noah resmi digunakan pada album terbaru berjudul Seperti Seharusnya. Gerai ayam goreng cepat saji, KFC, terpilih sebagai outlet penjualan album Noah. Strategi pemasaran ini ditempuh untuk menjajal konsep penjualan album yang efektif dan diminati publik pencinta musik Indonesia. Terbukti, beberapa nama besar telah menjual ratusan ribu kopi album melalui metode tersebut.
Kenangan manis pemecahan rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004 menjadi inspirasi Noah untuk menyusun rencana besar. Kali ini, lima kota dari dua benua akan menjadi lokasi pertunjukan tanpa jeda selama 24 jam. Melbourne terpilih sebagai kota pertama penyelenggaraan konser. Disusul oleh Hongkong, Kuala Lumpur, dan Singapura sebagai empat kota berikutnya. Jakarta menjadi kota kelima yang menjadi puncak perayaan pemecahan rekor MURI tersebut.
Sejak tanggal 16 September dini hari, euforia terpublikasi secara utuh di berbagai media dan jejaring sosial. Partner acara (SCTV, Berlian Entertainment, dan Musica Studios) dan akun resmi Noah memberitakan kegiatan pemecahan rekor ini secara utuh. Kekhawatiran akan minimnya penonton tidak terbukti. Antusiasme Sahabat Noah di empat kota penyelenggara sebelum Jakarta tergolong tinggi. Kerinduan terhadap sesuatu yang saling dinanti antara Noah dan penggemarnya menjadi sebuah simbiosis mutualisme. Keduanya saling merindukan. Tak heran jika banyak kejutan dan keriaan yang terjadi selama perjalanan Noah menggelar konser di empat kota tersebut. Selepas Singapura, Noah bersiap mengukir sejarah baru di Skenoo Exhibition Hall, Gandaria City, Jakarta.
13478322522013471209
Noah-Born To Make History
Torehan Sejarah 6.903 Mil
Kharisma Ariel begitu membumi. Setidaknya kaum hawa yang menyaksikan konser Born to Make History sepakat untuk mengiyakan kenyataan ini. “Semua demi Ariel, demi Noah”, ujar salah seorang Sahabat Noah perempuan asal Bandung yang rela datang ke Jakarta demi menyaksikan band pujaannya. Sejak berdesakan dalam panjang antrian verifikasi tiket, hingga konser dibuka oleh Geisha pada pukul 22.30 WIB, nama sang vokalis selalu dielu-elukan.
Geisha membawakan 13 lagu berdurasi 50 menit. Penampilan Momo, vokalis Geisha menjadi daya tarik tersendiri. Membawakan lagu bertema cinta, tidak membuat Geisha tampil seadanya. Improvisasi di beberapa bagian lagu dan kejelian memanfaatkan koor massal membuat penantian penampilan Noah terasa singkat.
1347833140716234892
Geisha, band Pembuka Konser Born To Make History
Lagu Penyesalan Terdalam dari Geisha mengakhiri penampilan mereka. Video yang bercerita tentang sesi latihan dan rekaman Noah menjadi jembatan penghubung dalam jeda. Histeria memuncak ketika lagu Cobalah Mengerti dinyanyikan oleh Momo dan diikuti dengan vokal latar Ariel di akhir lagu. Berikutnya, lagu tersebut kembali dibawakan Noah sesuai dengan aransemen album Hari yang Cerah. Noah muncul untuk pertama kali di panggung musik Indonesia!
1347833715375685185
Noah membawakan lagu
1347834051574878510
Ariel mengenakan kaos putih bertuliskan
“Kebesaran hanya bisa dimiliki orang-orang yang berpikir di atas normal”, ungkap Ariel mencurahkan isi hatinya sebelum membawakan lagu Di Atas Normal. Ariel tak lupa menghadirkan rasa baru di lagu lain Noah, di antaranya Yang Terdalam dan Mungkin Nanti. Kedua lagu itu dibawakan secara akustik. Di sela-sela repertoir, Ariel menyatakan ungkapan terima kasihnya kepada semua pihak yang mampu mewujudkan mimpi besar Noah.Termasuk Sahabat Noah yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moral dalam segala kondisi.
Panggung yang didesain oleh Oleg Sanchabakhtiar sangat efisien untuk pergerakan personel. Bagian belakang diisi oleh Reza (drum) dan David (keyboard) dengan latar belakang layar plasma yang menampilkan animasi grafis bergerak bertema album Seperti Seharusnya. Bagian sayap kanan dan kiri panggung diisi oleh Uki, Lukman, dan Ihsan (gitar dan bass). Sisa panggung tengah yang lapang dan memanfaatkan panggung hidrolik, serta lidah panggung berbentuk pena bulu lambang Noah menjadi wilayah yang didominasi Ariel.
13478356042060170265
Set Panggung Noah
Confetti mengakrabi udara ketika rekor MURI tercipta. Prosesi penyerahan penghargaan kepada Noah, Musica Studios, dan Berlian Entertainment disambut meriah oleh penonton. Akhir manis penutup konser Noah adalah suguhan hits terbaru mereka, Separuh Aku. Penonton larut dalam akhir konser berdurasi satu jam 15 menit. Seluruh lirik dinyanyikan bersama Sahabat Noah tanpa jeda.
Salam perpisahan dengan membungkukkan badan ke arah penonton menutup nostalgia malam bersejarah. Noah membuktikan langkah besar dimulai dari mimpi besar. Maka tak dapat disangkal, kaos bertuliskan “6.903 miles” yang dikenakan Ariel menjadi pertanda bahwa jarak yang ditempuh untuk menghasilkan sejarah hanyalah soal angka. Pembuktian hanya dilakukan oleh yang terpilih. Dan dunia merestui Noah untuk menggenapi takdirnya sendiri.
13478359462059317363
Setlist Noah- Born to Make History
13478361071368571427
Akhir Yang Indah

LOVE YOU Sahabat :)

nama-nama yang tak asing lagi di telinga kita,Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David telah mengganti nama grup Peterpan mereka menjadi Noah. Para mantan personel band peterpan ini pun mengungkapkan arti dari makna nama Noah bagi mereka. nama Noah diperkenalkan pertama kali dalam acara jumpa pers, Kamis (2/8) di kantor Musica Studio, Pancoran - Jakarta, dan banyak yang menganggap dan mengartikan bahwa nama ini memiliki filosofi religi, NOAH=Nabi Nuh.


mendengar hal tersebut , para personil yang dulunya mantan personil peterpan Ariel, Uki dan Lukman menepis tanggapan tersebut, bahwa noah tak memiliki sangkut pautnya dengan filosofi religi seperti yang masyarakat kira, sebaliknya masing- masing dari para personel noah ini punya pandangan tersendiri tentang arti dan makna noah band baru mereka ini..
"Kita enggak terlalu mikir kalau ini adalah nama nabi. Pertama, kalau saya pribadi dengar nama itu lebih simple. Kedua, kalau dengerin musik yang kita mainin, itu sama dengan nama Noah. Dengerin musik kita sambil bandingkan dengan nama Noah. Itu akan satu warna," ungkap sang vokalis, Ariel.
Berbeda dengan Ariel, personel Noah lainnya, Uki mengartikan nama Noah berdasarkan kamus.
"Kalau saya sendiri pertama yang saya tanyain adalah arti namanya. Pas kita cari namanya di kamus, artinya comforter, artinya orang yang bikin nyaman, terus ada juga artinya peacefull yang arti memberi kedamaian, terakhir artinya long life, artinya umur panjang. Jadi, ketiga arti ini membuat kita setuju," jelas Uki.
Sang gitaris, Lukman pun menambahkan, "Sebelumnya kita masing-masing punya pilihan nama sendiri, tapi pas nama Noah dirundingkan, yang punya arti bagus cuma nama ini."
Terpilihnya nama Noah diakui Ariel cs melalui proses yang tidak mudah. Kelompok ini sampai membuat lima kali pertemuan besar untuk memilih nama band.
Memiliki nama baru, berarti ada sesuatu yang baru ditawarkan band ini bagi industri musik tanah air. "Yang baru dari Noah mungkin bukan soundnya, bukan kualitas mixingnya. Tapi hal yang paling baru dari Noah adalah semangatnya. Semangat baru untuk berkarya," pungkas Ariel.

© Copyright 2008 Sebuah Nama Sebuah Cerita "IX_Best and Briliant" | Template by : Irfan Ruswandi